Sejarah Singkat Mesin Cetak

Penemu pertama media cetak oleh Johannes Gutenberg pada tahun 1450.

Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg adalah seorang pandai logam dan pencipta berkebangsaan Jerman yang memperoleh ketenaran berkat sumbangannya bagi teknologi percetakan pada tahun 1450an, termasuk aloy logam huruf (type metal) dan tinta berbasis-minyak, cetakan untuk mencetak huruf secara tepat, dan sejenis mesin cetak baru yang berdasarkan pencetak yang digunakan dalam membuat anggur. Di bawah ini merupakan gambar mesin cetak pertama kali.

Industri percetakan telah datang jauh sejak Johan Gutenberg menemukannya, pers pertama pada tahun 1439. Hari ini kami menggunakan printer semua setiap hari dan memikirkan apa-apa yang di perlukan. Bagi sebagian banyak dari kita mereka telah membuat yang standar dari kehidupan sehari-hari.

Namun mesin ini luar biasa telah mengalami perubahan yang mengagumkan sejak penemuan Gutenberg hampir 600 tahun yang lalu. Dioperasikan secara manual, besar dan mahal, mesin cetak tetap seperti yang selama ratusan tahun dan tidak membuatnya menjadi dapat di pakai tiap hari sampai 1900.

  • Gutenberg Tekan

Mengambil namanya dari penemu nya Johan Gutenberg, seorang tukang emas Jerman, pers Gutenberg ditemukan pada tahun 1439 dan dibangun seluruhnya dari kayu. Hal ini dianggap sebagai revolusi yang paling penting dalam industri percetakan dan, meskipun harus dioperasikan secara manual, sampai ke tinta blok teks, itu sangat mempercepat percetakan buku.

  • Uap Percetakan Tekan

Diciptakan di tahun 1800-an, mesin cetak uap adalah penerusan langkah berikutnya utama industri percetakan. desain asli Gutenberg sudah sebagian besar tetap tidak berubah sampai saat itu.

Tekan uap, terbuat dari besi tuang, diperbolehkan dua kali ukuran cetak dan diperlukan kekuatan 90% lebih sedikit untuk cetak dengan benar. Hal ini masih bisa hanya menghasilkan 250 cetakan satu jam, tidak menurut standar sekarang, sampai 1814 ketika pers otomatis pertama diciptakan, sangat meningkatkan efisiensi pencetakan buku dan surat kabar.

Bandingkan bahwa untuk menekan sepenuhnya otomatis hari ini cetak digital, yang mampu menangani semua warna, font dan ukuran cetak, dapat menghasilkan sebuah surat kabar seluruh dan lipat dan dapat mencetak pada 230 halaman A4 per menit pada 1200 titik per inci.

Mesin cetak elektronik pertama

Kemampuan membuat mesin cetak sederhana yang bersanding dengan jam tadi membuat Seiko sadar, bahwa dengan segenap kemampuan yang ada mereka bisa membuat "mesin cetak" elektronik sederhana. Pasa 1968 dibuatlah mesin cetak elektronik generasi pertama dengan seri EP-101. Cara kerjanya sederhana, yaitu dengan memutar sabuk karet berisi deretan angka 0 sampai 9 dan A sampai Z sesuai informasi yang diterima.

Mesin cetak elektronik pertama di dunia itu mendapat sambutan yang baik. Bahkan Seiko "dipaksa" untuk membuat produk yang jauh lebih canggih dari sekadar mencetak angka 0 sampai 9 ditambah alfabet. "EP-101 tidak bisa berhenti sampai disitu, ia harus punya generasi penerus sehingga diciptakanlah anak-anak dari seri EP. Maka kalau diliat, EP ditambah Son (anak laki-laki) akan membentuk kata EPSON, di sinilah sejarah itu dimulai," papar Minoru Usui (Presiden Seiko Epson Corporation) saat menceritakan sejarah perusahaannya di sela-sela acara Epson Micro Piezo Press Tour 2010.

Mesin cetak sekarang

     

Share this post

PT. Maxipro Group Indonesia - Pusat Penjualan Mesin Perlengkapan Cetak

  • Alamat Surabaya :
    Jl. Semut Baru Kompleks Pengampon Square C6

  • Phone Surabaya :
    0313536762

  • Alamat Jakarta :
    Jl. Pangeran Jayakarta 44 Kompleks Hotel Orchardz Kav 35

  • Phone Jakarta :
    0216494142