Belum Tahu Proses Finishing Pada Cetakan ? Klik Disini !

Selain Printing proses setelah itu ada lagi yang dinamakan dengan proses Finishing. Seperti halnya finishing ada beberapa proses yang dilakukan, antara lain : Laminating, Hot Print, Emboss, Pond, dan lainnya.


HOT PRINTING 

Cetak panas ini biasanya dilakukan setelah proses cetak selesai. Ada juga yang bilang proses ini dinamakan dengan Poli. Dasar cetak ini disebut dengan mesin panas memang pada prosesnya mereka menggunakan foild untuk dipanaskan dimesin lalu dibubuhkan kedalam media. 

Bisa dilihat pada mesin diatas, ada foild yang dipanaskan pada mesin yang akan dibubuhkan kedalam media. Pada proses poli ini biasanya kita banyak melihat pada undangan pernikahan atau amplop Gong Xi Fat Chai. Kita akan melihat ornament emas dan silver pada sebuah undangan pernikahan. 

Sebenarnya foild ini tidak hanya warna emas dan warna perak saja. Warna biasa pun ada, seperti warna : Biru, Merah, Hijau dan sebagainya. Cuma biasanya umumnya proses poli ini menggunakan warna emas dan silver.

Proses untuk pembuatan Poli ini biasanya diawali dengan pembuatan Plat terlebih dahulu berbentuk materi yang akan di Poli.  Harga dari pembuatan Plat itu sekitar Rp. 200,- / Cm /satu materi. Sebagai contoh jika kita membuat untuk sebuah inisial nama untuk depan pada undangan, maka itu dibuat satu. Serta untuk bagian dalamnya harus dibuat kembali.

Setelah itu Plat dibawa dan diserahkan kepada percetakan yang memiliki mesin pond. Ongkos dari pengerjaan Poli tersebut adalah Rp. 0.70,-/cm /satu titik.

LAMINATING 

Proses laminating, ini merupakan proses finishing pada cetakan lainnya. Dimana proses ini adalah melapisi cetakan dengan menggunakan Plastik. Laminating ini ada dua macam, yaitu : Laminating Kering dan Laminating Basah.

Perbedaannya adalah, jika laminating kering, proses pengerjaannya menggunakan laminating Roll yang digiling pada kertas yang ingin dilaminating. Berbeda dengan laminating basah yang menggunakan mesin untuk memanaskan plastik untuk memproses laminating kepada kertas.

Untuk perbedaan mesin pada laminating kering dan basah, jika kering maka roll akan digerakkan menggunakan tangan bukan mesin. Biasanya laminating kering ini digunakan untuk digital luar ruang (Banner, Poster Albatros,dll), akan tetapi ada saja di Offset yang mencoba menggunakan cara ini untuk laminating.

Perbedaan pada hasil jika kertas menggunakan laminating kering, setelah selesai dilaminating kertas akan melengkung tidak seperti basah. Kalau laminating basah kita akan melihat kertas akan tetap tegak dan lurus.

Kalau gue sih untuk cetakan kertas tidak menyarankan menggunakan laminating kering, karena kita akan mendapatkan hasil yang kurang maksimal nantinya.

LIPAT dan LEM

Satu proses yang tidak bisa dianggap enteng pada proses finsihing, yaitu : Lem dan Lipat. Kalau kita datang kesebuah kawasan percetakan seperti kalibaru, kebayoran dan lainnya, maka kita akan melihat sebuah ruko yang disewa dan isinya hanya orang yang sedang mengerjakan proses lipat.

Yup, itulah yang dinamakan dengan proses finishing sebuah cetakan. Pekerjaan mereka tidak pernah sepi kalau memang mereka buka diseputaran percetakan. Modalnya hanya lem dan keterampilan, tapi ini bukan berarti gue bilang pekerjaan yang mudah.

Buat mereka melipat untuk 1000 pcs bisa selesai dalam waktu 20 menit, sungguh luar biasa. Tetap dibutuhkan keahlian dan pengalaman didalam proses pengerjaan finishing Lem dan Lipat. Karena kalau tidak pengalaman, pasti client akan pergi melupakan tempat itu.

Dibutuhkan sebuah proses yang cepat, bahkan tak ayal tangan mereka pun menjadi seperti mesin. Keahlian mereka tetap gue bilang luar biasa. Jasa untuk melipat dan lem ini jasanya sih variatif, tinggal nego saja sama mereka, kalau cocok langsung mereka kerjakan, tapi biasanya setelah selesai tumpukan pekerjaan mereka.

JILID 

Yang terakhir adalah proses penjilidan untuk proses Finishing. Seperti yang kita tahu jilid itu ada tiga jenis, yaitu : Jilid Lem Panas, Jilid Spiral dan Jilid Streaples.

Dinamakan lem panas karena memang proses pengeleman-nya dipanaskan menggunakan mesin. Syaratnya untuk lem panas ini adalah harus dikeringkan dengan waktu yang cukup. Jangan terlalu terburu-buru untuk proses ini kalau gak mau halamannya pada copot. Dalam proses jilid lem panas ini biasanya ada juga pada bagian dalamnya dilakukan proses penjahitan, mengurangi resiko tidak copot pada bagian halaman dari buku tersebut.

Lalu yang kedua ada jilid Sipral. Kita pasti sudah banyak mengetahui bagaimana bentuk dari jilid spiral ini dan biasanya kita juga banyak temukan mesin ini pada tukang fotocopy. Dimana kita bisa jumpai mesin ini digunakan oleh tempat fotocopy untuk melakukan jilid Spiral ini.

Temannya mesin jilid spiral ini biasanya adalah kawat bulat (ring). Proses untuk pengerjaan jilid spiral memang tidaklah terlalu rumit, tinggal dibolongin langsung dimasukkan kawatnya.

Jilid Straples merupakan proses finsihing jilid yang terakhir. Dimana pada bagian tengah pada buku akan diberikan streaples. Kalau untuk bagian ini gue sih gak perlu banyak penejelasan, hampir rata-rata para pembaca pasti mengetahui proses ini.

Itulah proses finishing yang ada didalam percetakan, jadi kalau kita memiliki satu pekerjaan cetakan yang memang melewati proses finsihing yang panjang, hampir bisa dipastikan akan memiliki resiko yang cukup tinggi dalam pengerjaannya. Karena biasanya satu proses dilakukan oleh satu tempat, jadi kalau memang 5 proses maka kita akan berurusan dengan 5 tempat
.

Share this post

PT. Maxipro Group Indonesia - Pusat Penjualan Mesin Perlengkapan Cetak

  • Alamat Surabaya :
    Jl. Semut Baru Kompleks Pengampon Square C6

  • Phone Surabaya :
    0313536762

  • Alamat Jakarta :
    Jl. Pangeran Jayakarta 44 Kompleks Hotel Orchardz Kav 35

  • Phone Jakarta :
    0216494142