6 Teknik Penjilidan Buku Dalam Dunia Percetakan

6 teknik terpopuler penjilidan buku dan dokumen dalam dunia percetakan

Bagi anak-anak kuliah atau sekolah terutama mereka yang sedang mengerjakan skripsi, karya ilimiah atau tugas akhir, jilid buku pasti menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan. Nah, ada baiknya sobat menyimak cara menjilid buku yang mungkin pernah dilihat di tempat fotokopi.

Teknik-teknik penjilidan buku atau dokumen dapat dilakukan dengan beberapa cara namun teknik tersebut tidak bersifat mutlak. Artinya, kita bisa mengombinasikan antara teknik penjilidan yang satu dengan yang lain. Misalnya, untuk buku yang tebal lebih dari seratus halaman bisa menggunakan teknik jilid benang dengan jilid lem panas atau jilid hardcover agar buku tidak cepat rusak.

Hal-hal yang dapat mempengaruhi proses penjilidan buku yaitu ketebalan buku dan budget atau anggaran. Teknik penjilidan buku juga bisa berfungsi untuk meningkatkan image buku itu sendiri. Contohnya, ketika kita melihat buku yang dijilid dengan hardcover, buku itu akan berkesan lebih mewah dan eksklusif.

Dibawah ini merupakan penjelasan dari 6 Teknik Terpopuler Penjilidan Buku Dan Dokumen Dalam Dunia Percetakan

1. Jilid Kawat (Saddle Stitching)

4-jenis-jilid-buku-yang-sering-digunakan-perusahaan-percetakan-ternama

Tenik jilid kawat merupakan teknik jilid yang paling gampang dilakukan di dalam penjilidan buku. Teknik ini disebut juga dengan jilid kawat. Teknik jilid ini biasa digunakan untuk menjilid buku atau dokumen dengan ketebalan yang tipis antara 4-80 halaman.

Dokumen yang dicetak dengan menggunakan teknik jilid kawat pada bagian tengah harus mempunyai kelipatan empat, jika tidak maka akan ada halaman yang kosong.Kenapa harus kelipatan 4? Karena kertas pada buku itu dilipat menjadi dua bagian lalu dijilid kawat di bagian tengahnya.

2. Loop Stitching

Teknik jilid ini pada prinsipnya hampir sama dengan saddle stitching. Bedanya, yaitu pada bagian luar buku, kawatnya melengkung membentuk suatu lubang. Fungsi kawat melengkung yang berlubang itu agar buku bisa dimasukkan dalam binder yang besar. Biasanya, jenis jilid ini dipakai di sebuah perusahaan yang mempunyai katalog banyak dan dikoleksi dalam satu binder.

3. Side Stitching/Sewn

Teknik jilid ini dapat menggunakan bahan kawat atau benang. Berbeda dengan saddle stitching, proses jilid dilakukan dengan menjahit atau men-staples dari bagian sisi depan hingga tembus ke bagian belakang buku. Teknik ini dapat digunakan untuk menjilid dokumen yang lebih tebal.

4. Jilid Benang (Sewn Binding)

6-teknik-terpopuler-penjilidan-buku-dan-dokumen-dalam-dunia-percetakan-8

Teknik penjilidan dengan menggunakan benang sering digunakan untuk keperluan cetak buku dengan hard cover. Jumlah halaman yang dijahit dengan menggunakan benang tergantung pada ketebalan kertas (gramatur). Semakin besar gramatur, maka semakin sedikit jumlah halaman yang dijahit. Seperti halnya saddle stitching, teknik sewn binding ini mempunyai jumlah halaman kelipatan empat karena buku terdiri dari kertas yang dilipat dan dijahit di bagian tengahnya.

5. Jilid Lem Panas (Perfect Binding)

4-jenis-jilid-buku-yang-sering-digunakan-perusahaan-percetakan-ternama

Teknik jilid lem panas, sering digunakan untuk menjilid buku yang tebal. Kelebihan teknik jilid lem panas yaitu lebih kuat dibanding teknik jilid yang lain. Jilid lem panas, dapat dikombinasikan dengan teknik jilid lain, yaitu jilid benang atau jilid kawat.

6. Tape Binding

Teknik jilid ini menggunakan tape atau lakban hitam yang ditempel pada bagian tepi buku. Harga jilid ini cukup murah dan sering digunakan oleh anak-anak kuliah atau orang yang ingin menghemat biaya. Kelemahan dari teknik tape binding yaitu tidak awet alias mudah lepas jika lakbannya kurang lengket.

Itulah penjelasan dari beberapa teknik jilid buku dan dokumen yang terpopuler. Sekarang, Anda bisa menentukan teknik jilid buku yang paling cocok dengan kebutuhan Anda. Sehingga, hasil cetak buku Anda jadi lebih bagus dan sesuai dengan apa yang Anda inginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×